Republikasi Berita, Seringnya terjadi hujan beberapa pekan terakhir, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk. Imbasnya, sejumlah desa di dua wilayah kecamatan digenangi air. Ada sepuluh desa di 2 kecamatan di Kabupaten Nganjuk, diantaranya Desa Sambikerep, Musir Lor, Musir Kidul, Banjarejo, Rejoso, Klagen, Jatirejo, dan Tugu, yang berada di wilayah Kecamatan Rejoso. Sementara di Kecamatan Pace terjadi di Desa Joho dan Pace.
Sejumlah desa itu terendam banjir dengan ketinggian hingga 1 meter, pada Rabu (15/2) dinihari. Akibatnya ratusan rumah terendam banjir, sehingga aktifitas warga lumpuh. Warga yang rumahnya terkena banjir berusaha membendung air dengan menempatkan karung berisi pasir di pintu rumah, agar banjir tidak terus masuk. Sementara benda-benda berharga dipindah ke tempat yang lebih tinggi agar tidak hanyut.
Selain menggenangi pemukiman, banjir juga menyebabkan akses jalan penghubung kecamatan dan penghubung desa ikut terendam. Sawah milik petani yang ditanami tanaman padi dan bawang merah ikut terendam banjir. Menurut warga, banjir yang datang setelah hujan mengguyur selama kurang lebih 4 jam, akibatnya sungai di wilayah Rejoso meluap dan menyebabkan banjir. Selain itu adanya tanggul sungai yang jebol akibat tidak kuat menahan debit air yang cukup besar.
Informasi yang dihimpun Harian Berita Metro di Mako Tagana (Taruna Tangap Bencana), Banjir yang terjadi di 10 desa kali ini merupakan banjir terbesar dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
"Beruntung air mulai surut, setelah banjir menggenangi pemukiman warga lebih dari 5 jam, "ujar Aris Trio Efendy, Koordinator Tagana Nganjuk.
Sumber : http://www.beritametro.news
loading...
